Upaya untuk tidak termasuk golongan orang merugi seperti yang diancamkan QS.103
Sabtu, 01 Juni 2013
TAQWA, Modal untuk Kebahagiaan Pernikahan
Jumat, 12 April 2013
Keutamaan Dalam Mendidik Anak - Ust. Fuad Hamzah Baraba
- Termasuk kita harus mensyukuri nikmat harta dan keturunan
- Hendaknya kita mensyukuri amanah anak, baik anak laki-laki maupun anak perempuan
Kepunyaan Allah-lah kerajaan langit dan bumi, Dia menciptakan apa yang Dia kehendaki. Dia memberikan anak-anak perempuan kepada siapa yang Dia kehendaki dan memberikan anak-anak lelaki kepada siapa yang Dia kehendaki, atau Dia menganugerahkan kedua jenis laki-laki dan perempuan (kepada siapa) yang dikehendaki-Nya, dan Dia menjadikan mandul siapa yang Dia kehendaki. Sesungguhnya Dia Maha Mengetahui lagi Maha Kuasa. (QS. As-Syuro [42]: 49-50)
Pada ayat diatas Allah mendahulukan anak perempuan :
1. Bahwa anak perempuan dimuliakan oleh Allah sehingga orang tua si anak menjadi tenang
2. Mencela orang jahilyah yg merendahkan anak perempuan
3. Melindungi ibu/wanita yg melahirkan anak perempuan
4. Mencela kebodohan suami yg memaksakan kehendak (Ingin anak laki-laki)
5. Menghindari tasyabuh dg orang jahiliyah yg ketika lahir anak perempuan merasa malu
- Mengurus anak perempuan dibebaskan dari api neraka dan berbuah surga
- Bahwa orang tua wajib mendidik anak-anaknya karena sedianya setiap anak dilahirkan dalam keadaan fitrah
' Lalu Abu Hurairah berkata; 'Apabila kalian mau, maka bacalah firman Allah yg berbunyi: '…tetaplah atas fitrah Allah yg telah menciptakan manusia menurut fitrahnya itu. Tidak ada perubahan atas fitrah Allah.' (QS. Ar Ruum (30): 30). Telah menceritakan kepada kami Abu Bakr bin Abu Syaibah; telah menceritakan kepada kami 'Abdul 'Alaa Demikian juga diriwayatkan dari jalur lainnya, & telah menceritakan kepada kami 'Abd bin Humaid; telah mengabarkan kepada kami 'Abdurrazzaq keduanya dari Ma'mar dari Az Zuhri dgn sanad ini & dia berkata; 'Sebagaimana hewan ternak melahirkan anaknya. -tanpa menyebutkan cacat.-
- Dan setiap orang tua harus menjaga anak keluarganya dari api neraka
- Didik anak-anaknya untuk memanfaatkan masa mudanya dalam keridhoan Allah
tentang usianya, untuk apa ia habiskan;
tentang masa mudanya, untuk apa ia gunakan;
tentang hartanya, dari mana ia peroleh dan untuk apa ia belanjakan;
serta tentang ilmunya, apa yang ia perbuat dengannya." HR. At-Tirmidzi
- Hendaknya orang tua tidak segan menafkahkan hartanya untuk kebaikan anak (pendidikan, adab, pengetahuan, dll) karena nafkah tersebut adalah sedekah yang utama
Dari Abu Hurairah r.a., katanya: "Rasulullah s.a.w. bersabda: "Satu dinar yang engkau belanjakan untuk perjuangan fisabilillah, satu dinar yang engkau belanjakan untuk seorang hamba sahaya -lalu dapat segera merdeka-, satu dinar yang engkau sedekahkan kepada seorang miskin dan satu dinar yang engkau nafkahkan kepada keluargamu, maka yang terbesar pahalanya ialah yang engkau nafkahkan kepada keluargamu itu." (Riwayat Muslim)
- Investasikan waktu dan hartamu untuk mendidik anak-anakmu karena ia adalah pahala yg akan mengalir untukmu
- Dan ia akan menjadi sumber kebahagiaanmu ketika Allah kembali menyatukan keluargamu di akhirat
- Pelajaran pertama dan utama yang harus diajarkan adalah Tauhid
Semoga Allah menjadikan kita semua orang yang dapat menjaga anak dan keluarganya dari api neraka.
Info kajian ....
- Pukul 09.00 - selesai
- Ust. Fuad Hamzah Baraba (dari STAI Ali bin Abi Thalib Surabaya)
- Materi "Keutamaan Dalam Mendidik Anak"
Abu Abdillah 0811179759
Abu Fakhry 08551020015
Jumat, 08 Maret 2013
Pondasi Keluarga Bahagia
Ustadz Fuad Hamzah bin Mubarak al-Baraba
Masjid Jannatul Firdaus - Sabtu, 27 Rabiul Akhir 1434H / 9 Maret 2013
- Keutamaan berkumpul di Masjid, majlis ilmu
Tidaklah suatu kaum berkumpul di salah satu rumah Allah (masjid) untuk membaca Kitabullah dan mempelajarinya di antara mereka, melainkan ketenteraman turun atas mereka, rahmat meliputi mereka, Malaikat mengelilingi mereka, dan Allah menyanjung mereka di tengah para Malaikat yang berada di sisi-Nya. (HR. Muslim)
- Kewajiban menuntut ilmu
* kewajiban bagi setiap muslim
رواه إبن عبد البر)) طَلَبُ اْلعِلْمَ فَرِيْضِةٌ عَلَى كُلِّ مُسْلِمٍٍ
Artinya :
Mencari ilmu itu hukumnya wajib bagi muslim (HR. Ibnu Abdil Bari)
* yufaqqihu fid dien
مَنْ يُرِِِِدِ اللهُ بِهِ خَيْرًا يُفَقِّهْهُ فِي الدِّينِ
"Barangsiapa yang Allah inginkan terhadapnya kebaikan maka Allah akan pahamkan dia terhadap agamanya." (HR. Al-Bukhari dan Muslim)
* dimudahkan jalan menuju surga
Barangsiapa yang meniti suatu jalan untuk mencari ilmu, maka Allah memudahkan untuknya jalan menuju Surga. (HR. Muslim)
- keutamaan berkeluarga
"Dan diantara tanda-tanda kekuasan-Nya ialah Dia menciptakan untukmu istri-istri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tentram kepadanya, dan dijadikan-Nya di antaramu rasa kasih dan sayang. Sesungguhnya yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berpikir." (QS. Ar-Ruum :21)
- Pondasi dalam rumah tangga
1. Beriman kepada Allah dan bertaqwa kepadanya
Iman kepada Allah tidak teralisasi kecuali dg 4 hal:
1. Beriman dg wujudnya/keberadaan Allah
2. Beriman dg rububiyah Allah (Yg Menghidupkan, Mematikan, Memberi rezeki etc)
3. Beriman dg Uluhiyah. Ini inti dakwah para Rasul
4. Beriman dg Nama-nama Allah dan Sifat-Nya
Ketaqwaan kepada Allah
Ali bin Abi Thalib mengatakan:
taqwa adalah takut kpd Al-Jalil, dan beramal dg apa yg diturunkan oleh-Nya, ridho dg pemberian Allah walaupun sedikit, mempersiapkan bekal untuk yaumur rohil (hari kiamat)
Allah akan memberikan jalan-jalan keluar bagi orang yg bertaqwa. Tidak terkecuali permasalahan keluarga.
Allah telah menjanjikan berbagai macam keistimewaan atau balasan atas mereka, di antaranya: pertama, bagi siapa saja yang bertaqwa kepada-Nya, maka akan dibukakan baginya jalan keluar ketika menghadapi pelbagai persoalan hidupnya. (Q.S Ath-Thalaq: 2). Kedua, memperoleh rezeki dari arah yang tidak disangka-sangka (Q.S. At-Thalaq:3). Ketiga, dimudahkan segala urusannya (Q.S. Al-Thalaq:4). Kelima, diampuni segala dosa dan kesalahannya, dan bahkan Allah SWT. akan melipatgandakan pahala baginya (Q.S. Al-Thalaq:5). Keenam, orang yang bertaqwa tidak akan pernah merasa takut, mengeluh, was-was dan sedih hati (Q.S. Yunus : 62-63). Ketujuh, mereka yang bertaqwa akan memperoleh berita gembira (al-busyra), baik di dunia maupun di akhirat (Q.S. Yunus: 64).
oleh karena itu niatkan berkeluarga (nikah) dalam rangka ibadah
Balasan dari Allah: At-Tur 21
2. Pergaulan yg baik
Harus tahu hak dan kewajiban
1. Hak istri - Kewajiban Suami
- 1 Suami memberi mahar secara penuh. Mahar adalah hak istri bukan hak ortu wanita atau walinya
- 2 Dinafkahi suaminya
- 3 Diajari ilmu agama, dijaga oleh suami dari api neraka
- 4 suami memiliki rasa cemburu dalam agama dan kehormatan istrinya
1. Memerintahkan istrinya utk berhijab syar'i, termasuk di rumah jika ada tamu
2. Memerintahkan istri utk Ghoddul Bashar (menundukkan pandangan)
3. Tidak menampakkan perhiasan kecuali utk mahramnya saja
4. Tidak ikhtilaf (bercampur laki2 dan perempuan)
- 5 Dijauhkan dari fitnah, contoh jangan terlalu lama ditinggal suami
- 6 Dipergauli dg baik
Hak Suami - kewajiban istri
- 1 ditaati dalam hal yg baik. Istri harus lebih taat kepada suami dibanding ortunya sendiri
- 2 dijaga kehormatan dan harta saat meningalkan istrinya
- 3 dijaga perasaan dan kemuliaan
- 4 istri memperhatikan rumah dan mendidik anak-anaknya
- 5 istri memuliakan keluarga suami
- 6 istri tidak keluar rumah kecuali mendapat ijin dari suaminya
- 7 istri mensyukuri dan berterima kasih serta mendoakan kepada Allah untuk membalasnya dg yg lebih baik. Jangan istri ingkar kepada kebaikan suaminya. Istri yg ingkar diancam neraka:
أُرِيْتُ النَّارَ فَإِذَا أَكْثَرُ أَهْلِهَا النِّسَاءُ يَكْفُرْنَ . قِيْلَ: أَيَكْفُرْنَ بِاللهِ ؟ , قال: يَكْفُرْنَ الْعَشِيْرَ وَيَكْفُرْنَ اْلإِحْسَانَ , لَوْ أَحْسَنْتَ إَلَى إِحْدَاهُنَّ الدَّهْرَ , ثُمَّ رَأَتْ مِنْكَ شَيْئًا, قَالَتْ: مَا رَأَيْتُ مِنْكَ خَيْراً قَطُّ
"Telah diperlihatkan neraka kepadaku, kulihat mayoritas penghuninya adalah wanita, mereka telah kufur (ingkar)!" Ada yang bertanya, "apakah mereka kufur (ingkar) kepada Allah?" Rasullah -Shollallahu 'alaihi wasallam- menjawab, "Tidak, mereka mengingkari (kebaikan) suami. Sekiranya kalian senantiasa berbuat baik kepada salah seorang dari mereka sepanjang hidupnya, lalu ia melihat sesuatu yang tidak berkenan, ia (istri durhaka itu) pasti berkata, "Saya sama sekali tidak pernah melihat kebaikan pada dirimu". [HR. Bukhariy dalam Shohih-nya (29), dan Muslim dalam Shohih-nya (907)]
- 8 istri tidak menuntut di luar batas kemampuan suaminya atau melebihi kebutuhannya. Istri harus qona'ah
Hak - Kewajiban Bersama
- 1 suami istri saling mengingatkan/menasihati
- 2 tolong menolong dalam kebaikan dan taqwa
- 3 Memiliki tanggungjawab bersama untuk mendidik anak
- 4 saling menutupi aib
- 5 tidak menceritakan rahasia, terutama dalam hubungan suami istri
- 6 Suami istri saling mengingat kebaikan keduanya.
Biografi Ustadz
Pernah menuntut ilmu di LIPIA Jakarta selama tujuh tahun, dari mulai I'dad Lughowi (dua tahun), Takmili (satu tahun), Syari'ah (empat tahun). Bernama lengkap Fuad Hamzah bin Mubarak bin Hammad Baraba'. adapun kunyahnya Abu Ahmad atau Ibnu Mubarak.
- Pernah menjadi Da'i atas kafalah Maktab Jaliyat al-Lits Arab Saudi.
- Pernah Menjadi Staf pengajar δ¡ STAI Ali Bin Abi Thalib surabaya.
- Pernah Nara sumber radio suara al-Iman 846 am surabaya.
- Dewan Redaksi Majalah adz-Dzakhiirah al-Islamiyyah STAI Ali Bin Abi Thalib Surabaya
- Nara sumber group al-Ilmu.
Minggu, 03 Maret 2013
“Makan dan Minum Sebagai Aktivitas Mencapai Ketaqwaan”
Jumat, 07 September 2012
[OKMF #2] Menyusun KPI (Key Performance Indicator) 1
Kita telah menetapkan target, yaitu Masuk Surga Firdaus !!! Sekarang kita harus menyusun KPI sebagai indikator utama, target-target antara yang dapat mengantar kita ke target utama.
Senin, 20 Agustus 2012
Meninggalkan Ramadan dengan Rohbah...
Selasa, 07 Agustus 2012
Ruqyah
Khusus untuk gangguan jin, agama kita yg sempurna ini sudah memberikan tuntunan/sunnah bacaan (ruqyah=jampi=bacaan) yg digunakan untuk meruqyah.