Minggu, 12 Mei 2019

[Materi V] PERSIAPAN ILMU - Syarat, Rukun & Wajib dalam Ibadah Umrah

*[Materi 5] PERSIAPAN ILMU - Syarat, Rukun & Wajib dalam Ibadah Umrah*

Syarat Umrah/Haji
¤ Islam
¤ Baligh (dewasa)
¤ Berakal
¤ Merdeka
¤ Mampu (istitha'ah)

Rukun Umrah
¤ Niat Ihram
¤ Thawaf
¤ Sa'i
¤ Mencukur Rambut (sebagian ulama memasukkan mencukur rambut ini ke hal Wajib karena masih bisa diganti dengan dam jika ada udzur)
¤ Tartib / berurutan (Pendapat lain tartib tidak jadi rukun karena boleh melakukan sa'i terlebih dahulu bagi wanita yg haidh, setelah haidhnya selesai maka ia melakukan Thawaf. Seperti yg disampaikan Rasulullah kepada 'Aisyah ra. saat Haji Wada')

Wajib Umrah
¤ Niat Ihram di Miqat
¤ Meninggalkan larangan selama Ihram

*) *Syarat*: Sesuatu yg karena ketiadaannya mengharuskan ketiadaan (yg lainnya) dan tidak mesti karena keberadaannya mengharuskan keberadaan (yg lain) dengan sendirinya.
*Rukun*: ketentuan yang harus dipenuhi, dalam melakukan suatu pekerjaan/ibadah. Bila tidak terpenuhi maka ibadah/pekerjaan tersebut tidak sah. 
*Wajib*: Wajib Umrah adalah rangkaian kegiatan yang harus dilakukan dalam ibadah Umrah sebagai pelengkap Rukun Umrah, jika salah satu dari wajib haji ini ditinggalkan, maka Umrahnya tetap sah, namun harus membayar dam (denda).

[Materi IV] Persiapan Fisik

*[Materi 4] Persiapan Fisik*

*Sebelum Berangkat:*

Menjaga kesehatan dengan berolahraga minimum 30menit setiap hari atau minimum 3x dalam seminggu

Menjaga makan dan minum. Kurangi makanan yg berlemak (gorengan, lemak daging merah, dll), jeroan dan makanan cepat saji. Perbanyak makanan yang berserat tinggi. Perbanyak minum air putih.

Istirahat yang cukup beberapa hari sebelum keberangkatan. Bila perku cutilah dari pekerjaan sehari sebelum keberangkatab dan sampaikan bahwa Anda sedang dalam persiapan untuk berangkat haji atau umrah.

Persiapkan obat-obatan pribadi untuk melengkapi obat yang sudah disediakan tim medis. Jangan lupa untuk menyediakan krim pelembab agar kulit tidak kering dan pecah-pecah selama cuaca di tanah suci.


*Selama di Pesawat:*

Gunakan waktu istirahat secukupnya ketika dalam pesawat.

Jangan biarkan perut dalam keadaan kosong karena akan mudah diserang penyakit. Makan dan minumlah secukupnya.

Bagi yang suka mabuk udara, persiapkan obat-obat pribadi dalam kabin. Bila perlu siapkan kantung plastik untuk berjaga-jaga.

Selalu menjaga kebersihan selama di pesawat maupun saat transit.

Hubungi tim dokter ketika sakit.

*Saat di Tanah Suci:*

Istirahatlah yang cukup dan konsumsi makanan bergizi.

Perbanyak minum air zamzam/air putih minimal 2 liter atau 1 gelas setiap jamnya untuk menghindari dehidrasi.

Jangan lupa untuk makan sayuran dan buah-buahan yang mengandung banyak air seperti jeruk, apel, kiwi, dan pir. Selain menjaga kebutuhan cairan tubuh, buah-buahan ini juga dapat menambah kalori dan vitamin.

Menjaga kebersihan diri dengan mencuci tangan sebelum dan sesudah makan, sikat gigi setelah selesai makan, perhatikan kebersihan wastafel.

Memperhatikan kebersihan pakaian dan alat cukur yang digunakan saat tahallul.

Pastikan cahaya matahari dan sirkulasi udara tetap bisa masuk ke ruangan tempat Anda menginap.

Agar  istirahat/tidur anda nyaman, jaga ruangan kamar  bersih dan barang-barang rertata rapi.

~ o ~

_Dari berbagai sumber_

Materi III Diantara Keutamaan Umrah

*[Materi 3] Diantara Keutamaan Umrah*

1. Umrah adalah jihad sebagaimana ibadah haji.
'Aisyah berkata,

قُلْتُ يَا رَسُولَ اللَّهِ عَلَى النِّسَاءِ جِهَادٌ قَالَ « نَعَمْ عَلَيْهِنَّ جِهَادٌ لاَ قِتَالَ فِيهِ الْحَجُّ وَالْعُمْرَةُ ».

"Wahai Rasulullah, apakah wanita juga wajib berjihad?" Beliau shallallahu 'alaihi wa sallam menjawab, "Iya. Dia wajib berjihad tanpa ada peperangan di dalamnya, yaitu dengan haji dan 'umroh." (HR. Ibnu Majah no. 2901, hadits ini shahih sebagaimana kata Syaikh Al Albani).


Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam berkata,

جِهَادُ الْكَبِيْرِ وَالضَّعِيْفِ وَالْمَرْأَةِ الْحَجُّ وَالْعُمْرَةُ.

"Jihad bagi orang yang telah tua atau lemah dan kaum wanita adalah haji dan umrah."

(HR. An-Nasa'i)

2. Menghapus dosa di antara dua umrah.

Dari Abu Hurairah, ia berkata, Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda,

الْعُمْرَةُ إِلَى الْعُمْرَةِ كَفَّارَةٌ لِمَا بَيْنَهُمَا ، وَالْحَجُّ الْمَبْرُورُ لَيْسَ لَهُ جَزَاءٌ إِلاَّ الْجَنَّةُ

"Antara umrah yang satu dan umrah lainnya, itu akan menghapuskan dosa di antara keduanya. Dan haji mabrur tidak ada balasannya melainkan surga." (HR. Bukhari no. 1773 dan Muslim no. 1349)

3. Umrah menghilangkan kefakiran/kemiskinan dan menghapus dosa.

Dari Abdullah, Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda,

تَابِعُوا بَيْنَ الْحَجِّ وَالْعُمْرَةِ فَإِنَّهُمَا يَنْفِيَانِ الْفَقْرَ وَالذُّنُوبَ كَمَا يَنْفِى الْكِيرُ خَبَثَ الْحَدِيدِ وَالذَّهَبِ وَالْفِضَّةِ وَلَيْسَ لِلْحَجَّةِ الْمَبْرُورَةِ ثَوَابٌ إِلاَّ الْجَنَّةُ

"Ikutkanlah umrah kepada haji, karena keduanya menghilangkan kemiskinan dan dosa-dosa sebagaimana pembakaran menghilangkan karat pada besi, emas, dan perak. Sementara tidak ada pahala bagi haji yang mabrur kecuali surga." (HR. An Nasai no. 2631, Tirmidzi no. 810, Ahmad 1/387. Kata Syaikh Al Albani hadits ini hasan shahih)

4. Umrah di bulan Ramadhan senilai dengan haji bersama Rasulullahshallallahu 'alaihi wa sallam

Rasulullah bersabda :

عُمْرَةٌ فِي رَمَضَانَ تَعْدِلُ حَجَّةً – أَوْ حَجَّةً مَعِي.

     "Umrah di bulan Ramadhan senilai dengan satu haji atau satu haji bersamaku."

5. Para jama'ah umrah adalah tamu kebesaran Allah yang akan dikabulkan permintaannya

Hal ini berdasarkan hadits Jabir radhiyallahu 'anhu, bahwasanya Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda,

الْحُجَّاجُ وَالْعُمَّارُ وَفْدُ اللهِ دَعَاهُمْ فَأَجَابُوْهُ وَسَأَلُوْهُ فَأَعْطَاهُمْ.

"Para jama'ah haji dan umrah adalah tamu kebesaran Allah. Allah panggil mereka dan merekapun memenuhi panggilan Allah. Mereka memohon kepada Allah, dan Allah pun mengabulkan (permintaan) mereka." (HR. Al Bazzar)

Diriwayatkan pula dari Ibnu Umar radhiyallahu 'anhumabahwasanya Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallambersabda,

الْغَازِيْ فِيْ سَبِيَلِ اللهِ وَالْحَاجُّ وَالْمُعْتَمِرُ وَفْدُ اللهِ دَعَاهُمْ فَأَجَابُوْهُ وَسَأَلُوْهُ فَأَعْطَاهُمْ.

"Seorang yang bertempur di jalan agama Allah, seorang yang berhaji, dan seorang yang berumrah adalah tamu kebesaran Allah. Allah memanggil mereka dan merekapun memenuhi panggilan-Nya, Mereka berdoa kepada Allah, dan Allah pun mengabulkan (permintaan) mereka." (HR. Ibnu Majah)

~ o ~

Semoga Allah Memberikan semua keutamaan diatas kepada kita dengan diberikan kekuatan untuk meluruskan niat dan dijaga dari Riya dan Sum'ah

Lihat juga video Ustadz Khalid Basalamah terkait Keutamaan Umrah

Materi Umroh I+II

[Materi I] PERSIAPAN UMROH

1. Persiapan Hati
Memantapkan keikhlasan hati dengan memahami syarat ibadah dan keutamaan-keutamaan ibadah Umrah
2. Persiapan Fisik
3. Persiapan Ilmu
4. Bersihkan diri
5. Persiapan Material

[Materi 2] Syarat Diterimanya Ibadah

Ibadah merupakan sebuah kata yang amat sering terdengar di kalangan kaum muslimin, bahkan mungkin bisa kita pastikan tidaklah seorang muslim kecuali pernah mendengarnya. Lebih jauh lagi, ibadah merupakan tujuan diciptakannya seluruh jin dan seluruh manusia, sebagaimana firman Allah 'azza wa jalla(yang artinya), 
"Dan tidaklah Aku ciptakan seluruh jin dan seluruh manusia melainkan untuk beribadah kepadaKu"
(QS : Adz Dzariyat [51] :56). 

Namun telah tahukah kita bahwa ibadah memiliki *syarat* agar ibadah tersebut diterima di sisi Allah sebagai amal sholeh dan bukan amal yang salah? 
Dua syarat dalam ibadah itu adalah 

*[1] berniat ikhlas kepada Allah 'Azza wa Jalla* dan

*[2] ittiba' (mencontoh/mengikuti) Nabi shollallahu 'alaihi was sallam.*

Dua syarat ibadah ini bukanlah suatu yang dibuat-buat oleh para 'ulama semata-mata berdasar akal mereka melainkan dua syarat ini telah Allah Subhanahu wa Ta'ala abadikan dalam firmanNya di ayat terakhir surat Al Kahfi dalam satu kesempatan sekaligus (yang artinya), 
"Sesunggunya Sesembahan kalian adalah sesembahan yang esa, barangsiapa yang mengharapkan perjumpaan dengan Rabbnya maka hendaklah ia beramal ibadah dengan *amalan yang shaleh* dan *tidak menyekutukan Robbnya* dalam amal ibadahnya dengan suatu apapun".
(QS : Al Kahfi: 110).

Ibnu Katsir Asy Syafi'i rohimahullahseorang pakar tafsir yang tidak diragukan lagi keilmuannya mengatakan, ""Maka hendaklah ia mengerjakan amal yang saleh", maksudnya adalah mencocoki syariat Allah (mengikuti petunjuk Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam, pen). Dan "janganlah ia mempersekutukan seorangpun dalam beribadat kepada Tuhannya", maksudnya selalu mengharap wajah Allah semata dan tidak berbuat syirik pada-Nya." 

Kemudian beliau mengatakan, "Inilah dua rukun diterimanya ibadah, yaitu harus ikhlas karena Allah dan mengikuti petunjuk Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam."

Selengkapnya bisa dilihat di:

Selasa, 17 April 2018

Benarkah Sedekah bisa menghilangkan Penyakit?



Keyakinan bahwa sedekah bisa menghilangkan penyakit bersumber pada hadits yang diperselisihkan oleh ulama mengenai keshahihannya yaitu,

حصنوا أموالكم بالزكاة، وداووا مرضاكم بالصدقة، وأعدوا للبلاء الدعاء

"Jagalah harta kalian dengan zakat, OBATILAH ORANG YANG SAKIT DI ANTARA KALIAN DENGAN SEDEKAH dan tolaklah bala' dengan doa"
(HR. Thabrani dalam Al-Mu'jam Al-Ausath 2/274 no. 1963)

Syaikh Al-Albani rahimahullah berkata,

( ضعيف جدا ) انظر حديث رقم : 2724 في ضعيف الجامع

"Lemah sekali, lihat hadist no. 2724 dalam dhaif Al-jaami'"
(Dhaif Al-jaami' ash-Shaghhir wa ziyadatahu no. 6470, Maktabah Al-Islami, Beirut, cet. III, 1408 H,  Syamilah)

Jadi hadits tersebut dhaif, akan tetapi makna hadits tersebut bisa jadi benar karena ada hadits shahih bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda,

فِتْنَةُ الرَّجُلِ فِي أَهْلِهِ وَ مَالِهِ وَ نَفْسِهِ وَ وَلَدِهِ وَ جَارِهِ يُكَفِّرُهَا الصِّيَامُ وَالصَّلاَةُ وَالصَّدَقَةُ وَاْلأَمْرُ بِالْمَعْرُوْفِ وَالنَّهْيُ عَنِ الْمُنْكَرِ

"Ujian yang menimpa seseorang pada keluarga, harta, jiwa, anak, dan tetangganya bisa dihapus dengan puasa, shalat, sedekah, dan amar makruf nahi munkar." 
(HR. Bukhari dan Muslim)

Juga Al-Lajnah Ad-Da'imah (semacam MUI di Saudi) mengeluarkan fatwa mengenai hadits tersebut, "Hadits tersebut tidak shahih, akan tetapi tidak mengapa bersedekah untuk (kesembuhan) orang yang sakit sebagai bentuk taqarrub kepada Allah 'Azza wa Jalla, dalam rangka mengharap agar Allah menyembuhkannya dengan sedekah tersebut, karena keumuman dalil yang menunjukkan tentang keutamaan sedekah bahwasanya sedekah menghapuskan dosa dan mencegah kematian yang jelek."
(Fatawa Al-Lajnah Ad-Da'imah no. 18369)

Syaikh Abdullah Al-Jibrin rahimahullah berkata, "Maknanya bahwa sedekah adalah pengobatan yang bermanfaat dan berguna untuk menyembuhkan orang yang sakit serta meringankan rasa sakit (keluhan), hal ini dikuatkan dengan hadits Rasulullah Shallallhu 'alaihi wa salllam, "Sedekah bisa menghapuskan dosa sebagaimana air mematikan api". Bisa jadi sebagian penyakit yang menimpanya adalah hukuman atas dosa yang dilakukan oleh yang sakit. Maka ketika keluarganya mensedekahkan untuknya, hilanglah dosanya, maka hilanglah sebab penyakitnya, atau dengan sedekah ditulis baginya kebaikan-kebaikan, maka hatinya akan bersemangat dan menjadi ringan rasa sakitnya. Wallahu a'lam".
(Fatawa Asy-Syar'iyyah fi masa'ilit Thibbiyah)

Abdur Ra'uf Al-Munawi rahimahullah berkata, "Orang yang sakit diperintahkan sering-sering bersedekah… hal ini sudah terbukti bagi yang telah berhasil, mereka mendapatinya sebagai obat  (penyembuh) ruhaniyah yang ampuh dimana tidak didapatkan pada obat biasa.
(Faidhul Qadhir 3/515, Maktabah At-Tijariyah, Mesir, cet. I, 1365 H, Syamilah)

Jelaslah bahwa bersedekah erat kaitannya dengan kesembuhan dari penyakit.

Yuk bagi yang dirinya atau keluarganya sakit, perbanyak bersedekah. Bismillah.


RRA

Rabu, 25 Oktober 2017

Jadilah Mu'min yang Kuat


عَنْ أَبِيْ هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ قَالَ: قَالَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : اَلْـمُؤْمِنُ الْقَـوِيُّ خَـيْرٌ وَأَحَبُّ إِلَـى اللهِ مِنَ الْـمُؤْمِنِ الضَّعِيْفِ، وَفِـيْ كُـلٍّ خَـيْـرٌ ، اِحْـرِصْ عَـلَـى مَا يَـنْـفَـعُـكَ وَاسْتَعِنْ بِاللهِ وَلَا تَـعْجَـزْ ، وَإِنْ أَصَابَكَ شَـيْءٌ فَـلَا تَقُلْ: لَوْ أَنِـّيْ فَعَلْتُ كَانَ كَذَا وَكَـذَا ، وَلَـكِنْ قُلْ: قَـدَرُ اللهِ وَمَا شَاءَ فَعَلَ، فَإِنَّ لَوْ تَـفْـتَـحُ عَمَلَ الشَّيْطَانِ

Dari Abu Hurairah Radhiyallahu 'anhu , beliau berkata, Rasûlullâh Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda, Mukmin yang kuat lebih baik dan lebih dicintai Allâh Azza wa Jalla daripada Mukmin yang lemah; dan pada keduanya ada kebaikan. Bersungguh-sungguhlah untuk mendapatkan apa yang bermanfaat bagimu dan mintalah pertolongan kepada Allâh (dalam segala urusanmu) serta janganlah sekali-kali engkau merasa lemah. Apabila engkau tertimpa musibah, janganlah engkau berkata, Seandainya aku berbuat demikian, tentu tidak akan begini dan begitu, tetapi katakanlah, Ini telah ditakdirkan Allâh, dan Allâh berbuat apa saja yang Dia kehendaki, karena ucapan seandainya akan membuka (pintu) perbuatan syaitan.



Arti Mu'min yang kuat:
Syaikh Shalih bin Fauzan al Fauzan: imannya, tubuhnya, dan amalnya
Syaikh Abdurrahman bin Nashir as Sa'di: Yaitu orang yang kuat Imannya. Orang yang menyempurnakan dirinya dengan 4 hal:
1) Ilmu yang bermanfaat
2) Beramal shalih
3) Saling mengajak kepada kebenaran
4) Saling menasihati kepada kesabaran

Di dalam al-Qur'an ditemukan beberapa makna al-qawi (kuat), di antaranya:
Pertama, Kekuatan fisik, seperti disebutkan dalam surat ar-Rum [30]: 54
اللَّهُ الَّذِي خَلَقَكُمْ مِنْ ضَعْفٍ ثُمَّ جَعَلَ مِنْ بَعْدِ ضَعْفٍ قُوَّةً ثُمَّ جَعَلَ مِنْ بَعْدِ قُوَّةٍ ضَعْفًا وَشَيْبَةً يَخْلُقُ مَا يَشَاءُ وَهُوَ الْعَلِيمُ الْقَدِيرُ
Artinya: "Allah, Dialah yang menciptakan kamu dari keadaan lemah, kemudian Dia menjadikan (kamu) sesudah keadaan lemah itu menjadi kuat, kemudian Dia menjadikan (kamu) sesudah kuat itu lemah (kembali) dan beruban. Dia menciptakan apa yang dikehendaki-Nya dan Dialah Yang Maha Mengetahui lagi Maha Kuasa."

Dua, kekuatan tekad dan iradah, seperti disebutkan dalam surat al-Baqarah [2]: 63
وَإِذْ أَخَذْنَا مِيثَاقَكُمْ وَرَفَعْنَا فَوْقَكُمُ الطُّورَ خُذُوا مَا ءَاتَيْنَاكُمْ بِقُوَّةٍ وَاذْكُرُوا مَا فِيهِ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ
Artinya: "Dan (ingatlah), ketika Kami mengambil janji dari kamu dan Kami angkatkan gunung (Thursina) di atasmu (seraya Kami berfirman): "Peganglah teguh-teguh apa yang Kami berikan kepadamu dan ingatlah selalu apa yang ada di dalamnya, agar kamu bertakwa"."
Kata quwat dalam ayat di atas bermakna tekad. Sebab, salah satu sikap bani Israel yang selalu dicela Allah, bahwa mereka tidak pernah memiliki ketuguhan hati dan tekad dalam menjaga dan memenuhi janji yang telah mereka buat. 
Dengan demikian, seorang mukmin yang kuat tekad dan kemauannya adalah lebih baik dan lebih dicintai Allah daripada mukmin yang lemah tekad dan kemauannya. Sebab, seorang yang memiliki keteguhan tekad bisanya kan menjadi orang yang sabar dan optimis. Dan tentu saja seorang hamba yang memiliki kesabaran dan optimisme yang lahir dari kekuatan tekad, lebih disukai dan dicintai oleh Allah swt.
 
Tiga, kekuatan amanah dan kecerdasan, seperti disebutkan dalam surat an-Najm [53]: 1-3
وَمَا يَنْطِقُ عَنِ الْهَوَى(3)إِنْ هُوَ إِلَّا وَحْيٌ يُوحَى(4)عَلَّمَهُ شَدِيدُ الْقُوَى(5)
Artinya: "Dan tiadalah yang diucapkannya itu (Al Qur'an) menurut kemauan hawa nafsunya (3). Ucapannya itu tiada lain hanyalah wahyu yang diwahyukan (kepadanya) (4). yang diajarkan kepadanya oleh (Jibril) yang sangat kuat (5)."
Kata al-quwa dalam ayat di atas dipakai untuk menyebutkan malaikat Jibril. Malaikat Jibril adalah makhluk yang sangat cerdas sekaligus jujur. Betapa tidak, setiap kali ia diperintah menyampaikan wahyu, ia tidak pernah minta diulang dan melupakan apa yang telah diterimanya untuk kemudian disampaikan kepada rasul, tanpa pernah satu huruf pun kurang dari apa yang telah diterimnya dari Allah swt. 

Lebih baik: Secara Ukhrawi. kepada agama ini kepada pribadi kepada umat Islam.

Lebih dicintai Allah. Dicintai kita sudah mafhum. Tapi dicintai Allah berbeda dengan dicintai Makhluq. Cinta Makhluq bisa berubah. Cinta Allah tidak. kenapa, karena Allah Zat yang Maha Mengetahui, Dia SWT Tahu masa depan makhluq sehingga yang dicintai Allah pasti akan baik sepanjang hayatnya.

Kebaikan
 


Manfaat:
1. Dunia
2. Akhirat

Senin, 18 September 2017

SEBAIK-BAIK MANUSIA

Rasulullah saw bersabda:
 
( خيركم من تعلم القرآن وعلمه) 
صحيح البخاري 5027

"Sebaik-baik kalian adalah orang yang mempelajari Al Qur'an dan mengajarkannya."
 (HR. Bukhari 5027 )

( *خياركم أحاسنكم أخلاقا* ) 
 صحيح البخاري6035 

_*"Sebaik-baik kalian adalah orang yang paling baik akhlaknya "*_
   _(HR. Bukhari 6035)_

( *خيركم أحسنكم قضاء* ) 
أي عند رد القرض .
 صحيح البخاري رقم 2305

_*"Sebaik-baik kalian adalah orang yang paling baik dalam membayar* (mengembalikan hutang)_
   _(HR. Bukhari 2305)_

 ( *خيركم من يُرجى خيره ويُؤمٓن شره* ) 
 صحيح الترمذي / 2263
 
_*"Sebaik-baik kalian adalah orang yang paling bisa diharapkan kebaikannya dan aman dari keburukannya "*_ 
  _(HR. Tirmidzi 2263)_

 ( *خيركم خيركم لأهله* ) 
صحيح ابن حبان / 4177 

_*"Sebaik-baik kalian adalah orang yang paling baik terhadap istrinya"*_  
   _(HR. Ibnu Hibban : 4177)_

 ( *خيركم من أطعم الطعام وردَّ السلام* ) 
 صحيح الجامع / 3318

_*"Sebaik-baik kalian adalah orang yang memberi makan* (kepada orang lain) *dan menjawab salam"*_
  _(Shahih Al-Jami' 3318)_ 

( *خياركم ألينُكم مناكب في الصلاة* ) 
 الترغيب والترهيب  234/1
أي: يفسح لمن يدخل الصف في الصلاة .

_*"Sebaik-baik kalian adalah orang yang paling baik dalam meluaskan tempat* ( bagi orang masuk dalam shof) *dalam sholat."*_ 
   _(Targhib wa Tarhib 1/234)_

 ( *خير الناس من طال عمره وحسن عمله* ) 
 صحيح الجامع 3297
 
_*"Sebaik-baik manusia adalah orang yang panjang umurnya dan baik amal perbuatannya."*_
    _(Shahih al-Jami' 3297)_

 ( *خير الناس أنفعهم للناس* ) 
صحيح الجامع 3289
 
_*"Sebaik-baik manusia adalah orang yang paling bermanfaat bagi orang lain."*_
 _(Shahih al-Jami' 3289)_

 ( *خير الأصحاب عند الله خيركم لصاحبه، وخير الجيران عند الله خيركم لجاره* ) 
صحيح الأدب المفرد/84
  
_*"Sebaik-baik sahabat di sisi Allah adalah orang yang paling baik terhadap sahabatnya. Sebaik-baik tetangga di sisi Allah adalah orang yang paling baik terhadap tetangganya"*_ 
   _(Shahih Adabul Mufrod : 84)_

 ( *خير النَّاس ذو القلب المَخْمُوم واللِّسان الصَّادق* ) قالوا : صدوق اللسان نعرفه ، فما مخموم القلب ؟ قال : 
(  *هو النقي ، التقي ، لا إثم عليه ، ولا بغي ، ولا غل ، ولا حسد* ) .
صحيح الجامع / 3291 

_*"Sebaik-baik manusia adalah orang yang memiliki hati yang makhmum dan lisan yang jujur."*_

 Para sahabat bertanya : _Lisan yang jujur kami paham, maka apa yang dimaksud dengan hati yang makhmum?_ 

Beliau bersabda : _*"orang yang memiliki hati bersih dan bertaqwa, tidak ada dosa, tidak berbuat zhalim, serta tidak ada kebencian dan hasad"*_
   _(Shahih al-Jami' 3201)_

*_"Sebaik-baik manusia ketika berhadapan dengan zaman fitnah adalah orang yang memegang tali kekang kudanya untuk menghadapi musuh-musuh Allah. Ia menakuti-nakuti mereka, dan merekapun menakut-nakutinya. Atau seseorang yang mengasingkan diri ke lereng-lereng gunung, demi menunaikan apa yang menjadi hak Allah (uzlah)"_* 
_(HR. Al Hakim 4/446, dishahihkan Al Albani dalam Silsilah Ash Shahihah 2/311)._

*جعلني الله واياكم من خير الناس*

_Semoga Allah ta'ala menjadikan kita semua sebagai orang yang terbaik,  amin...._ 

  *اللهم صل على محمد وآل محمد*